Sakit oh Sakit

Sungguh,saya tersiksa dengan semua sakit yang tak pernah hilang ini.

Berawal ketika hamil anak pertama,kuku saya tumbuhnya gak wajar.Simetris,di kedua sisinya lepas dari pegangan,warnanya hitam,seperti aliran darahnya gak sampe ke kuku.Pokoknya gitu deh.Saya pikir,pengaruh hormon kehamilan dan dokter pun bilang kemungkinan itu.Setelah melahirkan teteup aja bentuknya begitu,malah skr kalo dibilang kuku tangan saya yg masih ‘oke’ jumlahnya tinggal 2.Pernah saya bawa ke dokter spesialis kulit di Bandung,tanpa penjelasan yang jelas dan detail,hanya memberikan rujukan untuk di cek kukunya ke Lab BioFarma di sebelah RS Hasan Sadikin dan diberi salep el*del,yg  ternyata setelah saya browse obat itu juga bisa buat alergi atopic dermatitis dan saya pake setengah tube pun tak membuahkan hasil.

Kemudian pilek menerus menerus yang tak henti-henti.Saya pikir ini sinusitis kemudian saya browse ke om google.Gejalanya jauh dari sinusitis.Saya tidak migrain,gak merasakan sakit dibawah mata,tidak bersin,endesbre-endesbre.Yang bikin kesel adalah ingusnya yang setiap hari menghabiskan tissue lumayan banyak.Telinga kiri pun jadi basah seakan-akan ingus kesana.

Sekitar sebulan lalu,kita sekeluarga sakit semua.Awalnya pun saya radang tenggorokan yang diikuti batuk  pilek yang kemudian kok lama-lama saya merasakan sesak napas di malam hari sampai napas bunyi ngik-ngik.Kemudian ketika kemaren ke Bandung,saya ke dokter umum dekat rumah mertua yang dulu saya pernah berobat disana .Dokter bilang,ini asma.Waktu kecil,saya memang pernah di diagnosa asma bronkitis karena batuk tak kunjung henti yang ternyata setelah di rontgen adak flek di paru.Kemudian diberikan terapi obat yang musti diminum setiap hari.Ketika umur 10 tahun,kami pindah rumah dari Radio Dalam ke BSD Tangerang.Sejak pindah,asma saya tidak pernah kambuh hingga saya kost di daerah Salemba pun tak pernah muncul.Mungkinkah sejak menikah saya tinggal di Bekasi dan tidak cocok udara Bekasi?Setelah lebaran kemarin saya coba ke Jakarta Respitory Center di bilangan Kebayoran Lama.Oleh si dokter spesialis  paru,di tes dengan alat bentuk corong dan disuruh menghembuskan napas dengan alat itu.Hasilnya,saya bukan asma tapi kemungkinan alergi.Dokter sih tanya apakah ortu atau kerabat keluarga saya punya bakat alergi.Kemudian saya dikasih obat,ampuh sih obatnya tapi kenapa skr batuk lagi?

Total saya sudah mengunjungi:

1x dokter spesialis kulit untuk periksa kuku

4x dokter spesialis THT untuk periksa hidung dan telinga

1x dokter spesialis paru untuk konsultasi pernapasan

Ya Tuhan,kapan saya bisa sembuh beneran?*jambak-jambak rambut*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s